27.1.11

Hanya di dalam nama-Nya

Diposting oleh blessed di 18.21 0 komentar
Pada acara Natal Pemuda 2010 di Gerejaku, salah satu lagu yang digunakan adalah Hanya di Dalam Nama-Nya dari album Glory to Glory - True Worshippers. Karna di gerejaku gak ada pelatih tamborin yang pernah dapet pelatihan khusus, jadinya aku berusaha untuk mengembangkan materi gerakan dengan googling di YouTube. Akhirnya ada juga yang upload.



Makasih ya buat yang udah sempet ng-upLoad.. :)
God bless you.
*Selengkapnya..

Letters to God

Diposting oleh blessed di 18.03 0 komentar
Letters to God: Perjuangan Iman Seorang Anak Melawan Kanker.
Diproduksi oleh David Nixon, salah satu sutradara di balik film sukses bertema Kristen. "Letters to God" bercerita tentang Tyler Doherty, seorang anak delapan tahun penderita kanker yang menulis surat kepada Tuhan dalam bentuk doa.

Dalam suratnya, Tyler berbicara kepada Allah seperti layaknya teman dekat dengan cara yang menyiratkan bahwa ia akan bertemu Sang Khalik tidak terlalu lama lagi. Tyler memiliki semangat yang tangguh. Dia selalu berusaha melakukan apa yang Yesus akan lakukan, meskipun ia menderita tumor otak dan harus melalui kemoterapi.

Ayahnya meninggal beberapa tahun sebelumnya. Kakaknya (Ben) merasa marah pada hilangnya figur ayah dan juga ibunya (Maddy Doherty) karena dia harus mengurus Tyler sepenuh waktu.

Nenek Tyler datang untuk tinggal bersama mereka dan memberikan perspektif Kristen yang kuat bagi seisi rumah. Sementara tetangga sebelahnya seorang gadis bernama Samantha, siap untuk menjadi pembela Tyler. Ketika suatu hari Tyler pergi ke sekolah setelah dua bulan absen, seorang anak mengolok-olok dia. Sam mendorong wajah anak itu ke dalam makan siangnya di kantin sekolah.

Ketika surat Tyler tiba di kantor pos, seperti yang dapat dibayangkan, timbul kebingungan akan dikemanakan surat-surat tersebut. Dan tugas ini menimpa Brady McDaniels, untuk mengurusnya. Brady adalah petugas pengantar surat yang tengah terpisah dari istri dan anak laki-lakinya.

Tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan surat-surat itu, Brady mencoba membawanya ke gereja—sebuah tempat yang tampaknya baik untuk bisa menyampaikan surat tersebut kepada Allah—tetapi pendeta setempat menjelaskan bahwa surat-surat itu dipercayakan kepada Brady karena suatu alasan. Jadi akhirnya Brady harus bergumul dengan dirinya sendiri, dan ia memutuskan akan melakukan misi dari Tuhan.

Seiring waktu, Brady mulai membentuk persahabatan dengan Tyler dan keluarganya. Melalui jalan surat-surat Tyler, akhirnya kehidupan Brady kemudian berbalik dan dia datang kepada Kristus. Bahkan, satu per satu, tetangga Samantha dan teman-temannya datang kepada Kristus.

Film "Letters to God" ini banyak berbicara tentang Yesus. Orang-orang berdoa secara terbuka dalam film ini, mendiskusikan tentang kematian, dan bersukacita dalam hidup mereka. Film yang dibuat berdasarkan kisah nyata ini memberikan kesan yang begitu mendalam. Dikelilingi oleh keluarga serta orang-orang yang mencintai dan dipersenjatai dengan iman, Tyler menghadapi pertarungan hari demi hari melawan kanker dengan keberanian dan anugerah.

Penulis: Hartono Tj
*Selengkapnya..

11.8.10

16.6.2010

Diposting oleh blessed di 23.54 0 komentar

Dia lahir diluar dugaan,

tapi dibalik itu ternyata dia sayang aku,
terlebih Tuhan Yesus.

Andai saja lewat sehari,
aku menjalani kelahirannya dengan operasi..

Makasih buat suamiku yang menguatkan aku,
Mamaku berdua yang memberi aku semangat,

Dua keluarga besarku, teman-teman, serta hamba-hamba Tuhan
yang sudah mendukung saya lewat doa

Akhirnya dengan mujizat Tuhan, dia lahir tepat waktu
sehari sebelum ulang tahun pernikahan kami.


Josh Manuel Serafim Dana


Oleh: Merlin Agustina Dana
(Istrinya kakakku.. ^^)
*Selengkapnya..

21.6.10

Situs Download mp3 Rohani Kristen

Diposting oleh blessed di 14.42 0 komentar
Bukan bermaksud untuk sharing, hanya buat nyimpen aja di blog..
Coz kalo disimpen di kompi, file ilang tu mutlak, hahaha..


www.indowebster.web.id/showthread.php?t=51623
www.kidung.com --> kalo yg ini aku DL pake cara "cache" Hehehe..
www.music4bless.blogspot.com
www.onemp3gospel.blogspot.com
*Selengkapnya..

9.6.10

Anak Saya Bangga Pada Bapaknya

Diposting oleh blessed di 17.22 0 komentar

Pada tahun 1962, Johni Timbul Panggabean pindah dari Tarutung, Sumatra Utara ke Jakarta, di daerah "Bearland", Jatinegara. Di tempat inilah Johni pertama kali tinggal dan mengenal kejahatan. Pengaruh pergaulan yang buruk membuat Johni menjadi orang yang sangat keras.

"Saya mulai butuh minuman, narkoba dan uang untuk dikasih ke perempuan-perempuan malam... Lalu saya mulai berpikir Bagaimana mendapatkan uang ini?".

Karena pergaulan luasnya juga dengan anak-anak orang yang berpengaruh pada masa itu, membuat Johni semakin berani melakukan berbagai tindak kejahatan untuk mendapatkan uang dan memenuhi keinginannya membeli miras dan narkoba.

"Anak-anak penggede itu punya senjata. Jadi kita tidak ada kesulitan untuk melakukan kejahatan. Perampokan-perampokan kecil seperti motor, mobil, apa saja".

Johny saat itu juga memiliki dendam terhadap anak-anak orang Cina yang pernah mengusirnya dari tempat sekolah pada suatu waktu. Untuk melampiaskan dendam itu, Johni kerap mengincar orang Cina sebagai calon korbannya.

"Kalau lihat Cina, hati saya dendam, nggak suka!".

Sampai pada suatu ketika, Johni terlibat masalah besar yang menggiringnya ke penjara dan menerima vonis hukuman mati. Waktu itu ia dan kelompoknya berencana merampok rumah ibadah terbesar di Jakarta. Namun rencana itu sudah tercium pihak kepolisian, sehingga ketika mereka sampai di lokasi, polisi sudah menunggu mereka. Terjadi penembakan, dan Johni pun tertembak lalu digiring ke sel. Sidang pengadilan pun digelar, dan Johni dijerat dengan 43 perkara kejahatan yang pernah ia lakukan sehingga hukuman mati ia terima, lengkap dan saksi dan bukti yang memberatkannya.

"Wah takut banget saya waktu itu... takut sekali....."

Didalam penjara, Johni bertemu dengan seorang hamba Tuhan, Rev. Bill Heckman, yang melayani di penjara dan membawanya kedalam pertobatan. Ia berkenalan dengan Firman Tuhan dan ia memutuskan untuk maju kedepan, didoakan oleh pendeta, bersama dengan 4 orang teman sesama tahanan disana.

"Saya maju kedepan dan menangis waktu itu....."

Seorang pria dengan celana pendek, rambut panjang dan tato dibadan, maju ke hadapan pendeta tersebut. Dan Johnipun bertanya apakah Tuhan pasti mengabulkan doa seseorang. Rev. Bill Heckman menjawab bahwa jika Johni percaya dan tidak ragu, maka Tuhan pasti mengabulkan. Dengan iman, johni minta didoakan agar ia bebas dari segala tuntutan! Sebuah permintaan yang nyaris tidak mungkin saat itu, namun Rev. Bill tetap mendoakannya. Dan pada suatu malam, 8 bulan setelah Rev. Bill Heckman berdoa dalam nama Yesus untuk kebebasan dari segala tuntutan bagi kasus Johni, pintu rumah Rev. Bill diketuk, dan disana berdirilah Johni Timbul Panggabean.

"Waktu itu, saya tanya banyak tentang keselamatan dan sorga dan hal-hal lain padanya. Dan dia menjawab saya dengan sabar. Dan malam itu juga saya berdoa, karena saya mau tantang dan buktikan apakah benar kata-kata pendeta itu. "Kalau Kamu benar Tuhan, buatlah saya tidak lagi mencuri, memakai morfin, ganja, minum, dan berbuat dosa lagi". Dan satu malam sejak saya berdoa itu, saya tiba-tiba sanggup mengatakan tidak pada narkoba dan keinginan jahat lain saya. Dan doa saya untuk keluar penjara pun dikabulkan. Saya lalu pergi kerumah pendeta itu, dan bekerja disana sebagai pembantunya dia, mengasuh anak, cuci mobil, dan lain-lain".

Johni melakukan itu semua dengan setia dan benar-benar meninggalkan jalan kejahatannya. Dan dengan kerendahan hati itu, Rev. Bill akhirnya mengirim Johni yang sudah berubah ini ke Filipina untuk sekolah Alkitab. Pulang dari Filipina, Johni melayani di Papua dan disini Tuhan kembali membentuk karakter Johni untuk mengandalkan Tuhan sepenuhnya. Saat ini Tuhan memberkati dan mempercayakan pelayanan di daerah puncak kepada Johni. Ia sekarang adalah seorang hamba Tuhan yang lemah lembut terhadap semua orang. Sang istri juga melihat perubahan dalam diri Johni yang dulunya seorang tukang pukul menjadi seorang yang penuh kasih.

Kartini (istri Johni): "Karakternya berbeda dari masa lalu. Jauh sekali dibandingkan dengan dulu..."

"Arti sukses buat saya, kalau anak saya berhasil dan semua melayani Tuhan, itulah sukses buat saya. Mereka meniru papanya yang juga melayani Tuhan. Mereka bangga punya bapak yang menjadi seorang Hamba Tuhan. Mereka lihat hidup saya sebagai mujizat. Dan saya mau melayani Tuhan sampai akhir hidup saya.

II Korintus 5:17

"Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru:
yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang".



Sumber Kesaksian: John Timbul Panggabean

*Selengkapnya..
 

Fedora Copyright © 2009