Tampilkan postingan dengan label pelayanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pelayanan. Tampilkan semua postingan

27.1.11

Hanya di dalam nama-Nya

Diposting oleh blessed di 18.21 0 komentar
Pada acara Natal Pemuda 2010 di Gerejaku, salah satu lagu yang digunakan adalah Hanya di Dalam Nama-Nya dari album Glory to Glory - True Worshippers. Karna di gerejaku gak ada pelatih tamborin yang pernah dapet pelatihan khusus, jadinya aku berusaha untuk mengembangkan materi gerakan dengan googling di YouTube. Akhirnya ada juga yang upload.



Makasih ya buat yang udah sempet ng-upLoad.. :)
God bless you.
*Selengkapnya..

11.5.10

Barnabas (Kisah Para Rasul 4:32-37)

Diposting oleh blessed di 23.17 1 komentar
Sharing bahan mengajarku di Sekolah Minggu GKAI Betlehem, tanggal 9 Mei 2010.
Karna aku dapat tugas mengajar di kelas kecil (pra sekolah - kelas 1 SD),
jadi ceritanya harus simpel.
Kali ini aku akan bercerita tentang Barnabas.
Yang diambil dari Kisah Para Rasul 4:32-37.

Pagi ini kakak mau cerita tentang seorang Bapak namanya Barnabas.
Dia berjemaat di Gereja pertama (mula-mula) di dunia.
Pak Barnabas ini adalah orang yang sangat taat dan setia kepada Tuhan.
Seperti adek2 pagi ini, Pak Barnabas ke Gereja, memuji dan mendengarkan Firman Tuhan.

Pagi itu Pak Barnabas ngliat ada orang2 miskin di Gerejanya.
Orang miskin itu kayak gimana sih?
"Gak punya uang, kak...... gak bisa makan...."
Iya, mereka juga bajunya gak bagus, kayak adek2 di sini..
Nah, ngeliat orang2 miskin itu, Pak Barnabas jadi sedih...

Lalu Pak Barnabas pergi ke ladangnya. (menunjukkan gambar 1)
Nah, waktu Pak Barnabas memandangi ladangnya yang besar, dia berpikir..
Hmm, kalo hasil ladangku ini kujual, pasti hasilnya bisa berguna..

Adek2, kakak mau tanya..
Kalo ladangnya pak Barnabas dijual, Pak Barnabas bisa dapet apa yah??
"Uang!!!!" Iya pinter..
Trus, kalo kita punya uang yang banyak mo dipake apa?
Kepengen gak, beli mobil2an? Mau ga, punya baju baru? "Mauuuuuu"

Nah, kalo Pak Barnabas laen..
Hasil dari Pak Barnabas menjual ladangnya itu,
diserahkan ke Bapak Pendeta di gerejanya untuk dibagikan ke jemaat2 di gerejanya. (menunjukkan gambar 2)
Akhirnya, jemaat yang miskin di gereja itu jadi senang.
Dan mereka berterima kasih kepada Pak Barnabas, dan mengucap syukur kepada Tuhan atas berkat-Nya..

Hmm, o iya.. kakak lupa..
Kakak bawa temen lho (mengambil boneka tangan)
Ayo kenalan dulu sama temen kakak ini..
- Pagi teman2 (menggunakan suara dalam)
Pagi!!!
- Kenalin, nama saya Tito..
Nah, ayo siapa yang mau salaman sama Tito?
Aku!! aku!! aku!! (memberi kesempatan setiap anak untuk bersalaman)
- Oya, Tito bawa ager2 n coklat, Tito mau membaginya sama teman2 baru Tito. Ada yang mau??
Mau!! mau!! mau!! Aku mau!!
- Iya, Tito bawa banyak kog, ntar temen2 semua dapet 2 yah.. Yang satu dibagi ke kakak/orangtuan teman2..
Wah, Tito tadi denger cerita kakak untuk membagi berkat ke orang lain yah?
- Iya kakak.. Makanya Tito juga mau berbagi dengan teman2

Nah adek2 kita juga harus mencontoh Pak Barnabas..
Kalo adek2 punya berkat, jangan lupa membaginya dengan orang lain.
Karna selain bisa memberi dan membuat orang lain menjadi senang, terlebih lagi Tuhan Yesus.
Tuhan akan senang sekali melihat adek2 mengasihi dan mau berbagi dengan orang lain.
Ok? Tuhan Yesus memberkati.
*Selengkapnya..

6.10.09

Thema 'n List Lagu Natal

Diposting oleh blessed di 17.57 0 komentar
Daripada nyimpen di harddisk - yang bisa ilang sewaktu-waktu, mending nyimpen arsip taunan di blog aja.. Lumayan bisa buat review.. Hehehe..

2005: ALL IS FOR YOU (Roma 11:36)
1. Engkaulah Tuhan
2. Ku B'ri yang Terbaik
3. Dari Pulau dan Benua
4. Kukan Terbang
5. Dia Lahir untuk Kami
6. Semuanya Dari-Mu
7. Hanya Kau
8. Hatiku Percaya

2006: KAU BERHARGA DI MATA-KU (YESAYA 43:4)
1. Hai Mari Berhimpun
2. Hanya Kau
3. Hidupku tak kan sama
4. Bersinar bagi-Mu
5. Di setiap langkahku
6. Hidupmu berharga
7. Gita surga bergema
8. Besar anugrah-Mu
9. O Holy Nigth
10.We wish you

2007: SUKACITA SURGA (Yesaya 9:5)
1. Haleluya
2. Here I Am to Worship
3. Sukacita Surga
4. Di Bumi di Surga
5. Gita Surga Bergema
6. Rayakan
7. O Holy Night
8. Malam Kudus
9. Yesus Kau Kebenaran
10. Bagaikan Air Mengalir

2008: JESUS INSIDE (Galatia 2:20)
1. Terpujilah Nama Tuhan
2. Engkau di Dalamku
3. Joy to the World, Hai Dunia Gembiralah
4. Tuhan yang Benar
5. Yesus
6. Arti Hidupku
7. Dari Pulau dan Benua
8. Oh Holy Night, Malam Kudus
9. Tangan Kuat yang Memegangku
10. Ada Kuasa dalam Nama-Mu

2009: GROW TO BE GREAT (Kolose 2:7)
1. Tuhan di Hidupku
2. B'ri Puji
3. Yesus Putra Maria
4. Memang Tak Sempurna
5. Ku Mau Jadi Kuat
6. Silent Night Holy Night
7. Seribu Lilin
8. Ini Aku di Hadapan-Mu
*Selengkapnya..

28.9.09

Acara Permainan

Diposting oleh blessed di 13.57 0 komentar
1. Kebersamaan
2. Pesan berantai
3. Siapakah yang kau kasihi?
4. Simson & Delila dan singa
5. Menyusun tubuh
6. Menyusun Puzzle

1. Kebersamaan
Bahan: Kertas HVS, Gunting
Persiapan: Buat kelompok (5-8 orang / sesuai kebutuhan). Masing - masing kelompok diberi satu gunting dan 10 kertas HVS maksimal (untuk salah gunting) / sesuai kebutuhan.
Cara main: Masing2 kelompok harus menggunting 1 lembaran kertas menjadi 1 lingkaran besar dan semua anggota harus bisa masuk didalamnya. Lingkaran kertasnya tidak boleh terputus / dilem. Grup yang selesai duluan, mereka yang menang.

2. Pesan berantai
Persiapan: Permainan ini bisa dimainkan untuk kelompok besar atau sedang, karena akan dibagi kelompok dan tiap kelompok beranggotakan minimal 5 orang.
Minta masing-masing kelompok untuk berbaris rapi. Berikan sebuah kertas plus bolpen kepada anggota kelompok yang paling depan.
Cara main: meneruskan pesan rahasia kepada anggota kelompok yang lain yang berbaris di depannya dengan cara menuliskan pesan tersebut di punggung mereka.
Bila pesan itu sudah sampai kepada anggota kelompok yang paling depan, dia harus menuliskannya di kertas yang dipegangnya kemudian segera menyerahkannya kepada pemimpin acara. Beri waktu 5 menit untuk permainan ini. Kelompok yang paling cepat mengumpulkan pesan rahasia itu dan benar, menjadi pemenangnya.
Pesan rahasianya bisa bermacam-macam, terserah pemimpin acara. Salah satu ide yang cukup rame adalah alamat ayat di Alkitab yang mengandung nama benda.
Kemudian setelah mereka mendapatkan pesan rahasianya, mereka harus membuka Alkitab mereka dan mengumpulkan nama benda yang dimaksud disitu.
Jadi tugas mereka sebenarnya adalah mengumpulkan benda-benda yang disebutkan di alamat ayat Alkitab yang telah mereka dapatkan lewat pesan berantai tadi. Pesan rahasianya bisa lebih dari satu.

3. "Siapakah yg kau kasihi?"
Persiapan: Peserta min. 6org
Cara Bermain: Peserta berdiri membentuk lingkaran.
1 org berada di tengah dan bertanya pg salah 1 peserta "Apakah kau mengasihiku?".
Jika jwbn YA, maka 1 org di samping kanan - kiri peserta tsb hrs dg cepat bertukar tempat. (Pemain ditengah berebut u/ mendapatkan tempat. Siapa yg tdk mendapat tmpat, dia yg jadi pemain tengah).
Jika jwbn TIDAK, maka pemain ditengah bertanya "Lalu, Siapakah yg kau kasihi?"
Peserta tsb tdk boleh menjawab nama peserta lain, melainkan dg ciri2,
misal "Aku mengasihi orang yg berkacamata, berbaju biru"
maka, org yang tepat berada di kanan kiri peserta yg dimaksud hrs dg cepat bertukar tmpat. Pemain tengah ttp berusaha berebut u/ mendapat tmpat.

4. Simson dan Delila dan Singa
Cara permainan : bagi 2 kelompok atau lebih (yang penting kelompok genap.
Biarkan masing-masing kelompok berembuk mau menjadi Simson / Delila / Singa, ciri-cirinya:
Simson : mengepalkan tangan (bergaya menunjukkan otot)
Delila : gaya perempuan centil
Singa : gaya mengaum
Per
masing masing kelompok baris berpunggung-punggungan dengan kelompok lawan.
MC menghitung 1... 2... 3... dan semua kelompok berbalik dan menunjukin gaya yang sudah mereka tentukan bersama.
Peraturan: Simson <>

5. Menyusun tubuh
Perlengkapan :
- Gambar mata, hidung, mulut, rambut, tangan dan kaki.
- Kertas karton/yang rada tebal untuk menempelkan gambar-gambar tersebut menjadi satu kesatuan yang bagus
- Masing-masing peserta harus memegang Alkitab
- Bolpen, setiap kelompok minimal ada satu buah bolpen
Aturan main:
1. Bagi peserta ke dalam beberapa kelompok. Tiap kelompok hanya terdiri dari 3-5 anggota.
2. Taruh gambar-gambar anggota tubuh di suatu wadah dan letakkan di tengah-tengah ruangan.
3. Tugas masing-masing kelompok adalah membuat gambar tubuh manusia lengkap sebanyak-banyaknya dengan cara menggabungkan gambar-gambar anggota tubuh yang telah disiapkan.
4. Caranya sebagai berikut :
a. Mula-mula gambar wajah dan badan manusia di kertas tebal.
b. Selanjutnya, lengkapi gambar wajah dan badan manusia tersebut dengan mata, hidung, mulut, rambut, tangan dan kaki. Dengan cara mencari ayat di Alkitab yang mengandung kata-kata tersebut. Bila ketemu, ambil gambarnya di tempat yang telah disediakan kemudian tuliskan ayatnya di gambar anggota tubuh tersebut.
Misalnya gambar mata, ayatnya di Matius 5:38
c. Tempelkan di gambar wajah dan badan manusia yang ada di kertas tebal tadi dan susun rapi sehingga membentuk gambar tubuh yang lengkap.
5. Kelompok yang berhasil membuat gambar tubuh lengkap yang paling banyaklah yang memenangkan permainan ini.

6. Menyusun Puzzle...
Bahan : Koran
Cara permainannya : bentuk kelompok, lalu semua anggota kelompok diinstrusikan berdiri dan memegang koran tsb, dan dalam hitungan ketiga tarik bersama2 koran tersebut (semakin banyak anggota dalam kelompok maka sobekan koran akan semakin banyak dan akan semakin susah di temukan sambungannya). Kemudian beri penjelasan untuk menyusun korannya seperti semula.



Sumber:
ForumKristen.com & alkitabku.blogspot.com
*Selengkapnya..

6 Hal Yang Perlu Diketahui Oleh SEORANG PEMIMPIN PUJIAN

Diposting oleh blessed di 10.40 2 komentar
1. Pemimpin pujian kurang memperhatikan susunan lagu pujian yang dibawakan.
2. Pemimpin pujian jangan menjadi aktor yang over akting
3. Pemimpin pujian jangan menjadi ‘tukang dongkrak’
4. Pemimpin pujian harus mengerti perasaan jemaat
5. Pemimpin pujian jangan menjadi pengkhotbah
6. Mengalirlah dalam pimpinan Roh Kudus

1. Pemimpin pujian kurang memperhatikan susunan lagu pujian yang dibawakan.

Seorang pemimpin pujian hendaknya membuat susunan lagu yang akan dinyanyikannya tidak asal-asalan, misalnya lagu pertama Hanya dekat kasih-Mu, Bapa, lagu kedua Allah bangkit, ketiga Masuk gerbangnya bersyukur, keempat Jalan hidup orang benar....Secara nalar saja, kira-kira susunan lagu seperti itu bisa membawa jemaat dalam kondisi yang siap menerima Firman Tuhan atau tidak? Mungkin jemaat tetap menyanyi dan semangat karena pengaruh pemimpin pujian yang semangat, tetapi itu adalah ibadah yang sia-sia. Roh jemaat tidak dipersiapkan!

Ada baiknya jika lagu-lagu yang akan dibawakan adalah satu tema, misalnya tema ucapan syukur, pilihlah lagu-lagu yang isinya mengandung ucapan syukur, seperti: Ku bersyukur, Trimakasih Tuhan, Syukur, dsb. Tema kasih terhadap sesama, pilihlah lagu yang isinya mengandung indahnya kasih terhadap sesama, seperti: O, betapa indahnya, Kukasihi kau dengan kasih Tuhan, Ku cinta k’luarga Tuhan, dsb. Susunan lagu yang dibuat dengan sistematis ini, selain membuat suasana ibadah jadi indah dan terarah, juga akan membawa hati jemaat dipersiapkan untuk menerima Firman Tuhan. Lebih bagus lagi bila pujian yang dinyanyikan satu tema dengan Firman Tuhan yang akan disampaikan.

2. Pemimpin pujian jangan menjadi aktor yang over akting

Pemimpin pujian bukanlah artis. Pemimpin pujian bukan melayani atau mau menyenangkan manusia, tetapi melayani dan menyenangkan hati Allah. Pemimpin pujian bukan hendak mencari pujian dan sanjungan dari manusia, melainkan untuk menyanjung dan memuliakan Allah. Memang dalam memuji dan menyembah Tuhan kita tidak dibatasi oleh apapun. Kita bebas mengekspresikan rasa syukur dan cinta kita kepada Allah. Kita bebas menari, melompat dan menyanyi dengan suara keras. Tetapi bukan “over akting”. Bukan supaya kita dilihat orang lain bersemangat atau kelihatan rohani dan cinta Tuhan. Tanpa disadari seringkali pemimpin pujian melakukan ‘masturbasi’ rohani. Dia memuji dengan riang, melompat, berteriak, menari, tetapi itu hanya ia nikmati sendiri, tanpa peduli dengan jemaat yang seharusnya ia pimpin. Jangan pikir jemaat tidak tahu keadaan rohani seorang pemimpin pujian. Ada sebagian jemaat yang hidupnya dekat dengan Tuhan yang bisa membedakan apakah pemimpin pujian ini mengalir dengan Roh Kudus ataukah hanya kedagingan belaka!

3. Pemimpin pujian jangan menjadi ‘tukang dongkrak’

Kadangkala pemimpin pujian menjadi ‘tukang dongkrak’ yang memaksa jemaat dengan kata-kata yang rohani, seperti “Saudara rindu menyenangkan Tuhan? Mari menari bagi Tuhan!” Kadang juga mengajak jemaat bertepuk tangan dengan berkata “Beri kemuliaan bagi Tuhan.” Malah ada yang mengajak jemaat melakukan itu berkali-kali dalam satu ibadah. Ajakan itu justru membuat sebagian jemaat merasa risih dan tidak senang. Atau malah menunjukkan bahwa pemimpin pujian tidak siap, kehabisan kata-kata atau grogi. Bila ajakan itu adalah gerakan Roh Kudus, maka suasananya pasti indah dan mendatangkan berkat.

Ajaklah jemaat memuji Tuhan apa adanya. Biarkan mereka mengungkapkan perasaannya kepada Allah menurut kerinduannya sendiri. Tidak perlu dipaksa. Jemaat yang tahu bagaimana ia harus mneyenangkan hati Tuhan, ia akan melakukannya sendiri.

4. Pemimpin pujian harus mengerti perasaan jemaat

Seringkali pemimpin pujian ‘semaunya’ sendiri ketika ia memimpin pujian. Ia tidak melihat siapa jemaatnya. Dalam kebaktian umum yang sebagian jemaatnya adalah orang-orang tua dan lanjut umur, saya rasa bukan tindakan yang bijaksana bila mengajak terus berdiri dari awal ibadah sampai menjelang khotbah disampaikan, apalagi bila waktu puji-pujian sampai satu jam. Ironisnya, ia malah bertanya: “Saudara masih kuat berdiri?” Ini adalah pertanyaan bodoh! Jemaat tidak akan pernah menolak. Mereka hanya menurut apa yang disuruh oleh pemimpin pujian. Mereka tidak mungkin menolak sebab mungkin mereka malu dengan orang yang ada di sebelahnya. Tetapi tahukah bila dalam hati jemaat ada yang mengomel atau mengeluh? Di sisi lain, kondisi jemaat yang lelah, tidak akan terbuka lagi untuk menerima Firman Tuhan. Oleh sebab itu, jangan salahkan jemaat bila waktu khotbah jemaat kelelahan dan tertidur.

Di samping itu ada juga pemimpin pujian yang tidak peka dengan suasana ibadah yang sedang berlangsung. Ketika ia mengajak jemaat menyembah, dan semua jemaat sedang ‘naik’ dalam penyembahan, sang pemimpin pujian memotongnya dan mengajak jemaat untuk menaikkan pujian praise.

5. Pemimpin pujian jangan menjadi pengkhotbah

Ada kalanya pemimpin pujian memberi komentar atas pujian yang dinaikkan. Itu boleh-boleh saja, tetapi bila komentarnya terlalu panjang, maka itulah yang perlu dibenahi. Saya senang bila dalam sebuah ibadah lagu-lagu praise-nya medley (sambung-menyam-bung). Dengan lagu yang seperti itu sedikit kemungkinan seorang pemimpin pujian yang akan menjadi pengkhotbah. Namun ada saatnya pemimpin pujian tergelitik untuk menjadi komentator seperti pengkhotbah. Selesaikan tugas Anda sebagai pemimpin pujian dan biarkan ulasan Firman Tuhan diberikan kepada hamba Tuhan yang akan menyampaikannya. Hal ini akan menghindari kejenuhan jemaat dengan suasana ibadah yang sedang berlangsung.

6. Mengalirlah dalam pimpinan Roh Kudus

Untuk melakukan hal ini tentu tidak mudah. Diperlukan hati yang peka terhadap pimpinan Roh Kudus. Itu sebabnya seorang pemimpin pujian harus memiliki persekutuan yang erat dengan Tuhan. Kedekatannya dengan Sang Raja yang ia sembah akan membuat ia mampu memimpin seluruh jemaat mendatangi tahta kudusnya dan menyembahnya dengan baik dan benar. Seorang pemimpin pujian hendaknya selalu berada dalam hadirat Allah dalam kesehariannya, baik di rumah, di tempat kerja dan di manapun ia berada. Ia harus menjaga hatinya agar tetap kudus dan lurus di pemandangan Allah. Bila pemimpin pujian mau melakukan ini, maka ia tidak akan menjadi ‘tukang dongkrak’, ‘aktor’ atau ‘pemaksa jemaat’. Ia akan menjadi seperti Daud yang memuji dan menari bagi Tuhan dengan segenap hati dan kekuatannya dengan tidak malu-malu (II Sam 6:14; 20-22). Dan bila ini dilakukan, maka akan terjadi seperti dalam pujian “kulihat perubahan dalam tiap wajah....dan sesuatu pasti terjadi.....” Pemimpin pujian yang seperti ini akan memimpin jemaat bukan dengan kepiawaiannya, tetapi dengan otoritas dan wibawa dari Allah.

Pada akhirnya, biarlah segala puji, hormat dan kemuliaan kita kembalikan kepada Allah. Ia yang bertahta di atas pujian kita akan membuat setiap orang yang mendengar pujian kita terberkati, lebih dari itu, orang yang hidupnya tersesat dan tinggal dalam dosa bisa dibawa kepada Allah melalui pujian yang kita nyanyikan.



Sumber: ForumKristen.com
*Selengkapnya..
 

Fedora Copyright © 2009